Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Pattimura

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • OPAC Unpatti
  • Librarian Login
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Tinjauan Yuridis Pertimbangan Mens Rea Dalam Perbuatan Penjualan Senjata Api Oleh Oknum Polri Di Kota Ambon
Penanda Bagikan

SKRIPSI HUKUM PIDANA

Tinjauan Yuridis Pertimbangan Mens Rea Dalam Perbuatan Penjualan Senjata Api Oleh Oknum Polri Di Kota Ambon

Hedkvon Hattu - Nama Orang;

Tugas dan etika profesi Polisi,diizinkan untuk mempunyai senjata api sebagai upaya
pertahanan dalam Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia selanjutnya disebut
Perkapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Penerapan Asas dan Standar Hak Asasi Manusia
Dalam Pemenuhan Kewajiban Kepolisian Negara Republik Indonesia. Selain kepemilikan
senjata api yang dimiliki oleh Polisi senjata api juga bisa dimiliki oleh warga sipil tetapi harus
melewati proses yang ketat untuk izin kepemilikan senjata api. Kesulitan untuk akses senjata
api untuk kepemilikan pribadi mengakibatkan adanya penjualan secara illegal antara oknum
polisi dan masyarakat yang membutuhkan senjata api.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan
pendekatan analisis masalah dan analisis konsep dengan tipe penelitian deskriptif
analitis.Sumber bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum primer dan bahan hukum
sekunder.Teknik pengumpulan hukum melalui studi kepustakaan dan selanjutnya dianalisis
melalui cara deskripsi dengan menggunakan metode kualitatif
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa,Pertimbangan “Mens Rea” dari perbuatan
penjualan senjata api yang dilakukan oleh oknum anggota POLRI dikota Ambon, unsur mens
rea (mental element) adalah sikap batin pelaku pada saat melakukan perbuatan. Dolus
Eventualis yang lahir karena suatu keadaan dimana sikap batin dari dua oknum Polri ini, hal
mana pelaku tidak menghendaki suatu tujuan untuk mewujudkan suatu tindak pidana, akan
tetapi keadaan menyebabkan dua oknum polisi ini tidak dapat mengelak dari suatu keadaan
tertentu. Dan Terhadap Mens Rea tersebut oknum anggota POLRI patut dijatuhi sanksi pidana.


Ketersediaan
#
Perpus. Fak. Hukum SP.1693 HAT t
SP.1693 HAT t1
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SP.1693 HAT t
Penerbit
Ambon : Fakultas Hukum Unpatti., 2023
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
SP.1693
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Tanda Pengesahan
  • Keaslian Naskah
  • Abstrak
  • Bab 1
  • Bab 2
  • Bab 3
  • Bab 4
  • Daftar Pustaka
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Pattimura
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Pattimura menyediakan akses ke koleksi hukum cetak maupun digital melalui sistem SLiMS (Senayan Library Management System). Dengan sistem ini, pengguna dapat mencari dan mengakses informasi secara cepat, mudah, dan fleksibel untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Kriminologi
  • Filsafat
  • Hukum Tata Negara
  • Hukum Pidana
  • Bahasa
  • Hukum Lingkungan
  • Hukum Perdata
  • Hukum Adat
  • Peraturan
  • Mayantara
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?