Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Pattimura

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • OPAC Unpatti
  • Librarian Login
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Upaya Diplomasi ASEAN Untuk Meredam Potensi Konflik Di Laut Cina Selatan
Penanda Bagikan

SKRIPSI KELAUTAN INTERNASIONAL

Upaya Diplomasi ASEAN Untuk Meredam Potensi Konflik Di Laut Cina Selatan

Shyenda Y de Rooy - Nama Orang;

Sengketa Laut Cina Selatan merupakan sengketa terpanas di abad ke 21,
dimana Cina, Amerika Serikat dan sebagian besar anggota ASEAN terlibat secara
tak langsung. Pada mulanya, Republik Rakyat Cina menyatakan bahwa mereka
punya kedaulatan atas perairan Cina Selatan bahkan mereka mengklaim adanya
pemukiman di kepulauan tersebut sejak dinasti-dinasti terdahulu. Sengketa
tersebut perlu adanya upaya penyelesaian secara damai. Hukum Internasional
(UNCLOS 1982) menegaskan bahwa setiap perselisihan antar negara wajib
diselesaikan secara damai.
Penelitian ini mengambil permasalahan: 1. Apakah konflik Amerika
Serikat-Cina berpotensi mengancam stabilitas di Laut Cina Selatan? 2. Bagaimana
upaya diplomasi ASEAN untuk meredam potensi konflik di Laut Cina Selatan?
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normatif, teknik pengumpulan
bahan hukum berupa studi kasus dan norma atau kaidah dasar, kepustakaan
buku,dan jurnal maupun teori hukum yang berkaitan dengan masalah yang
diangkat. Kemudian bahan hukum penelitian tersebut dianalisa secara deskriptif.
Hasil dari penelitian dalam menangani sengketa di wilayah Laut Cina
Selatan, ASEAN bertumpu pada DOC (Declaration Of The Conduct Of Parties In
The South China Sea) dan juga forum Kerjasama lainnya seperti ASEAN
Regional Forum (ARF) dan Treaty of amity and cooperation in southest asia
(TAC). DOC adalah dokumen politik bersama pertama yang dikeluarkan oleh
negara-negara anggota ASEAN dan Cina pada isu sengketa Laut Cina Selatan.
Dokumen ini mencerminkan konsensus yang dicapai oleh semua pihak untuk
mencari solusi damai dan melakukan Kerjasama dalam rangka menjaga stabilitas
di wilayah Laut Cina Selatan. Dibawah prinsip-prinsip yang diakui secara
universal dalam Hukum Internasional, Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982.


Ketersediaan
#
Perpus. Fak. Hukum SI.334 ROO u
SI.334 ROO u1
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SI.334 ROO u
Penerbit
Ambon : Fakultas Hukum Unpatti., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
SI.334
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
ASEAN
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Tanda Pengesahan
  • Keaslian Naskah
  • Abstrak
  • Bab I
  • Bab II
  • Bab III
  • Bab IV
  • Daftar Pustaka
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Pattimura
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Pattimura menyediakan akses ke koleksi hukum cetak maupun digital melalui sistem SLiMS (Senayan Library Management System). Dengan sistem ini, pengguna dapat mencari dan mengakses informasi secara cepat, mudah, dan fleksibel untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Kriminologi
  • Filsafat
  • Hukum Tata Negara
  • Hukum Pidana
  • Bahasa
  • Hukum Lingkungan
  • Hukum Perdata
  • Hukum Adat
  • Peraturan
  • Mayantara
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?