Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Pattimura

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • OPAC Unpatti
  • Librarian Login
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kedudukan Harta Bersama Dan Pembagiannya Menurut Hukum Adat (Studi Pada Desa Klis Kabupaten Maluku Barat Daya)
Penanda Bagikan

SKRIPSI PERDATA

Kedudukan Harta Bersama Dan Pembagiannya Menurut Hukum Adat (Studi Pada Desa Klis Kabupaten Maluku Barat Daya)

Ronald R Maulota - Nama Orang;

Menurut hukum adat Harta perkawinan adalah: “Semua harta yang dikuasai suami
isteri selama mereka terikat dalam ikatan perkawinan, baik harta kerabat yang dikuasai,
maupun harta perorangan yang berasal dari harta warisan, harta hibah, harta penghasilan
sendiri, harta pencaharian hasil bersama suami isteri, dan barang-barang hadiah. Harta
perkawinan merupakan masalah yang sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan suami-istri,
Fungsi harta perkawinan suami-isteri dan anak-anaknya (keluarga) dalam membiayai
kebutuhan hidupnya sehari-hari, namun dalam kenyataannya kedudukan harta bersama dan
pembagiannya menurut hukum adat pada masyarakat adat Desa Kalis di Kecamat Moa
Kabupaten Maluku Barat Daya menjadi permasalahan dalam kehidupan keluarga terhadap
istri dan anak hal ini menjadi perhatian penulis untuk dijadikan dalam suatu penulisan
ilmiah berupa skripsi.
Metode penelitian yang digunakan adalah dalam penulisan ini adalah Jenis penelitian
Yuridis Sosologi – Empiris
Hasil penelitian menujukan bahwa kedudukan harta bersama dalam perkawinan adat
masyarakat hukum adat Desa Klis hanya dikuasai oleh suami dan dalam pembagiannya pun
yang berhak mendapatkannya adalah anak yang dilahirka pada angka kelahiran ganjil
sedangkan istri dan anak yang dilahirka pada angka kelahiran genap tidak mendapatkan harta
bersama dimaksud hal ini mengakibatkan permasalahan dalam rumah tangga mereka yakni
terjadi perceraian bahkan anak yang dilahirka pada angka kelahiran genap karena tidak
mendapatkan pembagian terhadap harta tersebut, maka ia harus berusaha sendiri untuk
membiyayai kehidupannya. dengan kedudukan dan pembagian yang demikian maka, menurut
penulis keberadaan yang demikian belum memenuhi asas keadilan terkaita dengan
pembagian harta bersama tersebut .


Ketersediaan
#
Perpus. Fak. Hukum SE.751 MAU k
SE.751 MAU k1
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SE.751 MAU k
Penerbit
Ambon : Fakultas Hukum Unpatti., 2021
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
SE.751
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Tanda Pengesahan
  • Keaslian Naskah
  • Abstrak
  • Bab I
  • Bab II
  • Bab III
  • Bab IV
  • Daftar Pustaka
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Pattimura
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Pattimura menyediakan akses ke koleksi hukum cetak maupun digital melalui sistem SLiMS (Senayan Library Management System). Dengan sistem ini, pengguna dapat mencari dan mengakses informasi secara cepat, mudah, dan fleksibel untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Kriminologi
  • Filsafat
  • Hukum Tata Negara
  • Hukum Pidana
  • Bahasa
  • Hukum Lingkungan
  • Hukum Perdata
  • Hukum Adat
  • Peraturan
  • Mayantara
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?