Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Pattimura

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • OPAC Unpatti
  • Librarian Login
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Penerapan Praktik Disguised Extradition Dalam Hukum Internasional
Penanda Bagikan

SKRIPSI KELAUTAN INTERNASIONAL

Penerapan Praktik Disguised Extradition Dalam Hukum Internasional

Sitti S Sanaky - Nama Orang;

Ekstradisi adalah suatu proses pengembalian seseorang yang disangka atau dituduh melakukan suatu kejahatan. Dalam perkembangannya secara umum diketahui bahwa ekstradisi baru dapat terlaksana setelah negara tempat pelaku berada (Negara Diminta/Requested State) telah mengadakan perjanjian internasional mengenai ekstradisi tersebut dengan negara yang meminta (Negara Peminta/Requesting State). Namun nyatanya ekstradisi juga dapat terlaksana melalui proses timbal balik (asas resiprositas). Artinya tanpa perjanjian internasional, sebuah negara dapat memulangkan atau mengekstradisi seorang pelaku ke Negara Peminta, praktik semacam ini disebut juga sebagai ekstradisi terselubung atau disguised extradition . Hal inilah yang pernah dilakukan antara Negara Indonesia dan Kolumbia dalam kasus ekstradisi M. Nazaruddin.
Penulisan ini membahas tentang Penerapan Praktik Disguised Extradition dalam Hukum Internasional. Jenis metode penelitian yang dipakai yaitu yuridis normatif. Penulis menggunakan pendekatan masalah melalui pendekatan Undang-Undang (statue approach) yang dilakukan dengan menelaah undang-undang yang berkaitan dengan isu hukum di dalam tulisan ini, dan juga pendekatan konseptual yang beranjak dari pandangan-pandangan dan doktrin-doktrin yang berkembang di dalam ilmu hukum, serta pendekatan kasus dengan cara menelaah kasus yang ditulis.
Kesimpulan yang diambil penulis adalah ekstradisi terselubung ini dapat dilakukan tanpa didahului dengan perjanjian ekstradisi melainkan dapat dilakukan berdasarkan atas hubungan baik antara negara-negara atau berdasarkan perjanjian-perjanjian tentang kejahatan internasional yang di dalamnya mengandung pengaturan tentang ektradisi. Jadi perjanjian ekstradisi bukanlah satu-satunya jalan untuk terlaksananya ekstradisi.


Ketersediaan
#
Perpus. Fak. Hukum (2 CD Skripsi Internasional) SI.162 SAN p
SI.162 SAN p1
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SI.162 SAN p
Penerbit
Ambon : Fakultas Hukum Unpatti., 2020
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
SI.162
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Hukum Internasional
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Abstrak
  • BAB I
  • BAB II
  • BAB III
  • BAB IV
  • Daftar Pustaka
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Pattimura
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Pattimura menyediakan akses ke koleksi hukum cetak maupun digital melalui sistem SLiMS (Senayan Library Management System). Dengan sistem ini, pengguna dapat mencari dan mengakses informasi secara cepat, mudah, dan fleksibel untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Kriminologi
  • Filsafat
  • Hukum Tata Negara
  • Hukum Pidana
  • Bahasa
  • Hukum Lingkungan
  • Hukum Perdata
  • Hukum Adat
  • Peraturan
  • Mayantara
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?