Text
Klasifikasi Perbuatan Membuat dan Mendistribusikan Dokumen Elektronik Bermuatan Seksual
Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan
dalam pola interaksi sosial masyarakat, yang di satu sisi memberikan kemudahan
dalam komunikasi dan akses informasi, namun di sisi lain juga membuka peluang
terjadinya penyalahgunaan ruang digital. Salah satu bentuk penyalahgunaan
tersebut adalah pembuatan dan penyebaran dokumen elektronik bermuatan seksual
yang bertentangan dengan norma kesusilaan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Fenomena ini semakin memprihatinkan ketika melibatkan anak sebagai objek
eksploitasi seksual. Salah satu contoh konkret adalah munculnya grup privat daring
“Fantasi Sedarah” yang berisi konten seksual bertema incest dalam bentuk narasi,
gambar, dan video, serta melibatkan anak sebagai objek seksual. Perbuatan tersebut
tidak hanya melanggar norma moral dan kesusilaan, tetapi juga merupakan tindak
pidana serius yang bertentangan dengan berbagai peraturan perundang-undangan di
Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan
pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus yang bersumber peraturan
perundang-undangan, dan jurnal hukum yang relevan.
Hasil
penelitian
menunjukkan
bahwa pelaku dapat dimintai
pertanggungjawaban pidana berdasarkan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang
Undang Pornografi, serta Undang-Undang Perlindungan Anak. Setiap peraturan
tersebut memberikan dasar hukum yang kuat untuk menjerat pelaku sesuai dengan
peran dan perbuatannya, baik sebagai pembuat, penyebar, maupun pihak yang
memfasilitasi konten tersebut. Di sisi lain, anak sebagai korban memiliki hak untuk
mendapatkan perlindungan hukum yang komprehensif, termasuk perlindungan
identitas, pendampingan psikologis, rehabilitasi sosial, serta pemulihan yang
menjadi tanggung jawab negara. Penegakan hukum terhadap tindak pidana ini tidak
hanya berorientasi pada pemidanaan pelaku, tetapi juga harus mengedepankan
kepentingan terbaik bagi anak sebagai korban.
Tidak tersedia versi lain